Permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Amerika Serikat kembali mengalami penurunan dan kini menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Data terbaru ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar dalam membaca kondisi sektor perumahan dan arah kebijakan moneter The Fed.
Berdasarkan laporan Asosiasi Bankir Hipotek (Mortgage Bankers Association/MBA), volume permohonan hipotek turun signifikan pada pekan yang berakhir 19 Desember 2024. Penurunan ini memperpanjang tren melemah yang sebelumnya sudah terjadi dan menjadi penurunan beruntun pertama sejak Oktober.
Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar terkait prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun depan, sekaligus memengaruhi sentimen investor di pasar obligasi, saham, hingga nilai tukar dolar AS.
Penurunan Permohonan KPR AS di Tengah Ketidakpastian Suku Bunga
Volume permohonan hipotek di AS tercatat turun 5% dibandingkan minggu sebelumnya, setelah sebelumnya juga melemah 3,8%. Ini merupakan level terendah dalam lebih dari tiga bulan dan menandai pelemahan beruntun pertama sejak Oktober, menurut data Mortgage Bankers Association.
Pelemahan ini terjadi meskipun suku bunga hipotek acuan menunjukkan penurunan. Faktor utama yang menekan permintaan adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed, khususnya terkait jumlah dan waktu pemangkasan suku bunga pada 2025.
Di sisi lain, pemulihan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang di awal bulan turut memengaruhi keputusan konsumen untuk menunda pengajuan kredit perumahan, terutama bagi pembeli rumah pertama.
Dampak Penurunan KPR terhadap Pasar Obligasi dan Sentimen Investor
Permohonan pembiayaan ulang (refinancing) hipotek tercatat turun 5,6% dari minggu sebelumnya, sementara permohonan untuk pembelian rumah baru melemah 3,7%. Data ini menunjukkan tekanan merata baik dari sisi konsumen lama maupun pembeli baru.
Bagi pasar keuangan, melemahnya sektor perumahan sering dipandang sebagai indikator perlambatan ekonomi. Investor cenderung lebih berhati-hati, mendorong aliran dana ke aset safe haven seperti obligasi Treasury dan menekan sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk properti dan perbankan.
Dalam jangka pendek, sentimen pasar masih akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi dan pernyataan pejabat The Fed, yang dapat menentukan arah suku bunga dan pemulihan permintaan KPR ke depan.
Mengapa permohonan KPR di AS terus menurun meski suku bunga turun?
Permohonan KPR di AS menurun karena ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan imbal hasil obligasi jangka panjang. Meski suku bunga hipotek acuan turun, banyak konsumen menunda keputusan membeli atau refinancing rumah karena khawatir suku bunga bisa turun lebih lanjut di masa depan.
Selain itu, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat pembeli dan investor properti lebih berhati-hati dalam mengambil komitmen jangka panjang.
Kesimpulan
Permohonan KPR di AS turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan lemahnya minat pasar perumahan di tengah ketidakpastian kebijakan moneter. Data ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk mengantisipasi pergerakan obligasi, saham sektor properti, serta arah dolar AS.
Ke depan, arah kebijakan Federal Reserve akan menjadi faktor kunci apakah sektor perumahan dapat pulih atau justru menghadapi tekanan lanjutan. Untuk analisis lanjutan, pembaca dapat membaca artikel terkait mengenai kebijakan suku bunga The Fed dan dampaknya terhadap pasar global.
Ikuti update berita ekonomi & market terbaru di harteknikal.my.id
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi.

Komentar
Posting Komentar